Universitas Alabama di Birmingham adalah rumah sakit pertama yang menggunakan metode terbaru dalam pengobatan asma.
Prosedur ini disebut thermoplasty bronkial. Prosedur ini dilakukan dengan cara mengirimkan udara panas melalui kawat ke dalam saluran pernafasan penderita.
Para peneliti mengatakan metode ini bekerja lebih baik bagi penderita asma dari pada inhaler umum atau perawatan pernapasan.
American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine melaporkan bahwa prosedur baru ini dapat mengurangi serangan asma 32 persen, dan kunjungan ke ruang gawat darurat (UGD) untuk gejala penyakit pernafasan berkurang 84 persen.
Sepertinya terapi sandal asma perlu dilakukan penelitian lebih mendalam, siapa tahu dapat menolong lebih dari 90% penderita .
Showing posts with label obat asma. Show all posts
Showing posts with label obat asma. Show all posts
Wednesday, April 27, 2011
Terapi asma terbaru
Wednesday, April 20, 2011
Mengobati asma
Mengobati asma dengan tidak minum dan menggunakan obat asma sangat dianjurkan. Tetapi pertanyaannya adalah apakah asma dapat diobati atau disembuhkan?
Terus terang dalam benakku juga sering dihantui oleh pertanyaan itu. Habis sudah berbagai macam obat sudah digunakan. Awalnya mengunakan obat generik yang murah, tidak menyembuhkan bahkan semakin kebal. Diganti obat kimia bermerk (obat minum), ujung2nya juga sama, kian hari semakin kebal itu asma. Pernah mencoba obat tradisional, hanya mampu menekan serangan sementara tetapi tidak menyembuhkan Dan yang lebih menakutkan adalah efek samping dari obat yang diminum tersebut adalah mulai ada gangguan ginjal.
Tahap berikutnya aku menggunakan semprotan (inhaller). Inhaller untuk mengobati asma (misal Ventoline) sangat dianjurkan oleh dokter. Obat ini relatif aman terhadap ginjal, namun konon berefek pada mata untuk pemakaian jangka panjang. Tidak terasa aku telah menggunakan inhaller lebih dari 5 tahun secara rutin. Inhaller ini aku gunakan setiap sebelum tidur secara teratur dan kalau ada gejala serangan. Setelah satu merk tidak mempan (kebal), pindah gunakan merk lain yang lebih mahal. Biasanya 1 inhaller habis dipakai antara 1 sampai 1,5 bulan. Celakanya bagi penderita asma, seringkali tidak percaya diri (PD), selalu takut kambuh diluar rumah, akibatnya kemana-mana harus membawa obat disaku.
Konon renang secara teratur dapat mengobati asma. Sayangnya aku tidak bisa berenang dan tentu saja berenang secara teratur disamping membutuhkan waktu juga biaya yang tidak sedikit. Secara tidak sengaja 37 hari lalu aku membeli sandal asma (maaf kusebut demikian) secara online untuk mengobati penyakit lain, setelah pemakaian 30 hari justru asmaku tidak pernah kambuh. Sudah 7 hari ini sudah lepas dari inhaller. Harga sandal setara dengan 2 inhaller atau untuk pemakaian 3 bulan, sementara sandal dapat digunakan selamanya. Terima kasih Tuhan, akhirnya dapat kutemukan mengobati asma tanpa minum atau menggunakan obat-obatan kimia untuk asma.
Subscribe to:
Posts (Atom)